Pihak Kim Sae Ron Temui Pemilik Gedung dan Siap Ganti Rugi Kerusakan Akibat Menyetir Saat Mabuk

Wow Keren – Pada Rabu (18/5) pagi waktu setempat, Kim Sae Ron ketahuan mengemudi dalam keadaan mabuk. Setelah meminta tes darah, agensi aktris tersebut meminta maaf dan mengakui insiden DUI (mengemudi di bawah pengaruh) oleh artis mereka.

Akibat liputan YTN Star pada Kamis (19/5), perwakilan agensi Kim Sae Ron, Peraih Medali Emas, bertemu dengan petugas gedung yang mengalami pemadaman listrik akibat kecelakaan Kim Sae Ron. Mereka bertemu di sore hari dan berbicara tentang kompensasi atas kerusakan tersebut.

Sebelumnya, Kim Sae Ron sedang mengemudi di Cheongdam-dong, Gangnam-gu, Seoul sekitar pukul 8 pagi pada tanggal 18 Mei dan menabrak pagar dan pohon pinggir jalan lebih dari 3 kali. Sebagai hasil dari tindakan keras polisi, kadar alkohol dalam darahnya diukur.

Kim Sae Ron juga menabrak trafo di jalan, menyebabkan pemadaman listrik. Secara khusus, bisnis lokal di gedung-gedung terdekat tidak dapat beroperasi karena pemadaman listrik sepanjang pagi dan menderita kerugian finansial.

Pada akhirnya, masalah kompensasi kerusakan diangkat, dan pertemuan dengan Kim Sae Ron dilakukan sore ini. Di sini, Peraih Medali Emas diharapkan mengetahui tingkat kerusakan dan secara aktif memberikan kompensasi.

Sebagai perkiraan, pengemudi dikenakan biaya rata-rata 100.000 won (sekitar Rp 1,16 juta) per 1 m jika merusak median barrier dan pagar pengaman, yang merupakan fasilitas paling mudah rusak yang dipasang di jalan, dan rata-rata 170.000 won ( sekitar Rp 1,97 juta) per 2 m jika melewati mistar. Dalam kasus pohon ginkgo, sekitar 8,4 juta won (sekitar Rp 97,4 juta) dibebankan.

Tiang listrik bervariasi tergantung pada kabel tegangan tinggi dan tegangan rendah, dan secara umum rata-rata 10-20 juta won (sekitar Rp 116-232 juta) termasuk biaya pemasangan, dan dikenakan biaya sekitar 3 juta won (sekitar Rp. 34,8 juta) ) dan jumlah lampu jalan.

Baca Juga :  Identitas Masih Rahasia, Kim Sae Ron Diduga Tidak Sendirian Saat Nyetir di Bawah Pengaruh Alkohol

Untuk lampu lalu lintas, jika hanya lampu lalu lintas yang rusak, biayanya antara 2 hingga 4 juta won (sekitar Rp 23,2 hingga 46,4 juta), 7,5 juta won (sekitar Rp 87 juta) untuk pengatur lalu lintas, dan 20 juta won (kurang lebih Rp 232 juta) atau lebih jika perlu dipasang kembali setelah dibongkar. Kerusakan rambu-rambu jalan rata-rata menelan biaya 900.000 won (sekitar Rp 10,4 juta) hingga 10 juta won (sekitar Rp 116 juta) tergantung ukurannya.

(wk/dewi)