Pihak Drama ‘The Witch is Alive’ Tanggapi Perkara Staf Kasar ke Warga, Tegaskan Bukan PD

Wow Keren – Sebuah artikel yang ditulis oleh seorang warga yang mengaku diserang oleh tim syuting drama tiba-tiba menjadi topik pembicaraan. Setelah curahan hatinya diposting melalui komunitas online pada 28 Mei lalu, tim produksi drama”Sang Penyihir Masih Hidup“Mereka yang diduga terkait dengan pengaduan ini angkat bicara.

Sebelumnya, dalam postingan artikel yang dibuat A, ia mengaku masalah bermula saat tim syuting drama tersebut memarkir mobilnya di lahan parkir rumahnya. Ibu warga A membunyikan klakson agar mobil yang menempati tempatnya langsung bergerak. Namun, staf produksi drama justru mengutuk Bu A dengan kasar.

A mengatakan bahwa dia menyaksikan situasi di mana ibunya menerima bahasa kasar dari staf, yang membuat A marah. Kemudian A mengutuk staf sehingga berakhir dengan kekerasan di mana bintang itu memukul lengan A.

Setelah itu disebutkan bahwa drama A yang dimaksud adalah “Penyihir itu Hidup” dan konten yang sama menyebar di hari-hari berikutnya. Mengenai hal ini, seorang pejabat dari drama baru TV Chosun “The Witch is Alive” juga angkat bicara.

Seorang pejabat dari drama TV Chosun mengungkapkan bahwa klaim staf itu bertentangan. Namun, anggota staf yang menyebabkan keributan itu bukanlah seorang produser drama, melainkan seorang pengemudi kendaraan peralatan syuting.

“Kami akan menangani keluhan ini lebih teliti di masa depan,” kata seorang pejabat drama. Dilaporkan juga bahwa postingan artikel dari warga A juga telah dihapus.

Karena kebenaran kasus ini belum terungkap dengan jelas, penilaian tergesa-gesa tidak boleh dilakukan. Namun karena beberapa warga dirusak selama proses syuting oleh tim produksi drama, muncul tanggapan yang berkembang bahwa penting untuk secara tulus meminta pengertian warga sebelum syuting atau selama proses syuting.

Baca Juga :  Cobaan Menghadang, Begini Upaya Ahn Hyo Seop untuk Hubungi Kim Sejeong di 'Business Proposal'

Sebelumnya, insiden tidak menyenangkan antara warga dan tim produksi untuk syuting ini menimbulkan ketidaknyamanan dan keluhan di kalangan masyarakat umum. Padahal, menembak bukan untuk kepentingan umum. Karena ini merupakan kegiatan untuk kepentingan pribadi, maka perlu lebih berhati-hati dalam mencari kerjasama dari warga dan meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan dan perlu diwaspadai dan keluhan warga tidak bisa diabaikan.

(minggu/bulan)