Frustrasi, Yesung Akui Ingin Tinggalkan Super Junior di Masa Awal Debut

Wow Keren
Yesus menjadi bintang tamu di acara “Fantastic Family” pada Kamis (9/6). Dalam program SBS, sang idola membuat pengakuan mengejutkan karena ingin pergi Super Junior di hari-hari awal debutnya.

Dalam acara tersebut, Yesung awalnya berbagi cerita tentang keputusan awalnya untuk menjadi seorang penyanyi. “Aku bukan tipe orang yang pandai melakukan sesuatu di depan orang. Tapi cinta memberimu keberanian, lho,” kata Yesung.

“Aku dulu suka gadis ini ketika aku masih di sekolah menengah. Aku ingin membuatnya terkesan jadi aku bernyanyi di festival musik sekolah kami. Itu pertama kalinya keluargaku mendengarku bernyanyi dengan benar,” tambah Yesung.

Yesung melanjutkan, “Setelah hari itu, entah bagaimana saya terus bernyanyi untuk orang banyak. Festival itu cukup membuka pintu baru bagi saya. Itu membawa saya ke audisi, lalu debut sebagai bagian dari Super Junior.

Namun Yesung mengatakan perjalanannya sebagai anggota Super Junior tidak begitu mudah, terutama di masa-masa awal debutnya. “Aku suka menyanyi, tapi kenyataannya berbeda dengan yang aku bayangkan,” kata Yesung.

Yesung melanjutkan, “Semua anggota saya berada di puncak permainan (mendapat banyak perhatian). Saya tidak mendapatkan perhatian sebanyak orang-orang itu. Tidak ada kesempatan yang benar-benar diberikan kepada saya.

Yesung melanjutkan, “Aku berlatih selama lima tahun sebelum debut dan aku memiliki sebagian besar lagu untuk album debut kami. Tapi aku tidak bisa menemukan diriku di video musik meskipun aku ada di sana, syuting dengan orang lain.”

Yesung menambahkan, “Hatiku tenggelam pada kenyataan itu, dan aku merasa sangat frustrasi saat itu. Perasaanku saat itu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Jadi, aku berpikir untuk menyerahkan segalanya setelah menyelesaikan promosi untuk album debut kami,” tambah Yesung. Yesung.

Baca Juga :  Jin BTS Punya Julukan Baru 'Selebriti dari Selebriti', Ini Alasannya

Namun Yesung akhirnya berubah pikiran. “Saya terus bertanya pada diri sendiri, ‘Apa yang saya lakukan di sini?’ Tetapi pada satu titik, saya berpikir, ‘Oke, saya tidak seberbakat mereka dalam banyak hal, tetapi tidak bisakah saya menebusnya dengan usaha saya?’ Setelah hari itu, saya mendorong diri saya lebih keras dalam apapun yang saya lakukan,” pungkas Yesung.

(minggu/amal)